Hari ini aku enggan melangkahkan kaki mengikuti peran si waktu. Sebab ia yang menarikku untuk datang dan juga menarikmu untuk datang. Hanya saja kayuhan dayungku tertuju diarah yang berbeda. Kadang peranku dihari ini sebagai ombak, dan dihari kemarin sebagai penghitung buih ombak. Hingga aku makin terjebak didalam laknku tanpa tahu babak berikutnya.









trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...