Banner

Upacara Penaburan Bunga (Bali Post, 24 Maret 2002)

Muara dari bicaraku hanya berujung di rumah mungil kata. Setapak yang membawa pergi bait-bait anak gadis untuk bersenandung manis merupakan cadangan nyawa saat satu kehidupan tak layak dianggap sebagai sebuah permainan. Apalagi jika harus bermain-main dengan cinta yang kusiangi dari usil jemariku.
Read more...
 

Pelajaran Sehari (Bali Post, 24 Maret 2002)

Setelah kakiku terhempas dan mendapatkan alas kaki yang layak, kini saatnya aku untuk membuat sebuah sejarah dari catatan kecil tentang apa yang aku injak-injak. Semestinya aku mengenal meja tempat kediaman dari tumpukan kertas-kertas usang penunggu panggilan nurani.
Read more...
 

Cerita Bulan (Bali Post, 17 Maret 2002)

Bila malam tiba, mungkin bulan akan memberi prolog terlebih dulu pada tiap pendengarnya. Aku berdiri seakan tekun mendengar percakapan tentang kuncup pesona atau titik manja sang embun yang tak ditemui pada pagi di istana kemuningnya.
Read more...
 

Tentang Ibu (Bali Post, 17 Maret 2002)

Pada awal kelahiranku, tak terlintas keinginan untuk memberi sentuhan tersendiri pada pijakan-pijakan generasi terdahuku. Aku tak pernah mengacak-acak warna kebiasaan yang tertata dengan satu keadaan unik. Aku tak pernah menginginkan sebuah pelecehan norma. Sebab bukan itu yang diajarkan oleh ibuku.
Read more...
 

Lukisan Hujan

Jika suara angin membawa sejumlah hujan, biar aku sediakan pemintal butir-butir hujan. Dari kelam warna langit juga pecahan tanah berkapur. Nyanyian langit tak pernah menyisakan helaian flamboyant untuk mengawali musim percintaan ritual.

Kabut menutup kepulan dupa di sekeliling linggam. Walau sepintas doa yang terucap hanya penggal tatapan tanpa makna. Pernahkah terungkap keinginan batas wacana kata - kata kita bagi penghujan? Hanya menyerahkan air dari tawa juga tangis. Dan berlalu menuju arah hujan menjauhkan dedaunan flamboyant jatuh.
Read more...
 

Mencumbu Bakau (Bali Post, 10 Februari 2002)

Yang bersamaku adalah rumput liar di tepi hutan bakau. Aku tak menyadari bahwa mereka adalah penggalan keinginan yang tak pernah aku kunjungi. Memang langit biru telah menjadi teman setianya melewati pagi, tapi aku yang menjadi armada bagi semua keluh kesah atas perlakuan kaumku padanya.
Read more...
 
More Articles...
Page 4 of 6

Member

Connect

Twitter

Latest Comments


Sample image
Dari sebuah proses pembelajaran
Kaki langit adalah sebuah catatan perjalanan panjang dari satu masa ke masa lainnya, sebuah perjalanan hidup tanpa henti yang tidak akan tergantikan oleh kenangan apapun... read more
JA slide show

About Us

I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi lahir di Sibetan Karang Asem Bali, sejak SMA sudah gemar menulis. Puluhan puisinya dimuat diharian Balipost. Ingin kenal lebih dekat? Lihat profile lengkapnya... read more

Puisi Indonesia !

puisi.org
Dengan slogan: "Saat Puisi Mengangkat Makna" website ini merupakan salah satu kumpulan Puisi terlengkap saat ini
puisi-indonesia
Situs penggemar dan pemerhati puisi dan sastra Indonesia. Disini terdapat kumpulan puisi terbaik dari Taufik Ismail
penyair.com
penyair.com adalah situs atau media untuk mengekspresikan diri anda sebagai peminat syair atau pecinta syair dan puisi dimana anda dapat berkarya semau-mau anda, dengan menuliskan puisi anda melalui menu kirim puisi, karena karya anda akan di baca oleh seluruh dunia !!