Muara dari bicaraku hanya berujung di rumah mungil kata. Setapak yang membawa pergi bait-bait anak gadis untuk bersenandung manis merupakan cadangan nyawa saat satu kehidupan tak layak dianggap sebagai sebuah permainan. Apalagi jika harus bermain-main dengan cinta yang kusiangi dari usil jemariku.
Read more...

Yang bersamaku adalah rumput liar di tepi hutan bakau. Aku tak menyadari bahwa mereka adalah penggalan keinginan yang tak pernah aku kunjungi. Memang langit biru telah menjadi teman setianya melewati pagi, tapi aku yang menjadi armada bagi semua keluh kesah atas perlakuan kaumku padanya. 







trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...