Banner

Cerita Lama (Bali Post, 6 Januari 2002)

Telingaku sayup mendengar lagu yang biasa kau nyanyikan bersama iringan gitar. Tak akan pernah kudengar lagi lagu itu. Dalam sendiri kutapaki jalan hijau itu. Mengapa pucuk rumput yang menanyakan kawan sepermainan semasa kanak.
Read more...
 

Seusai Hujan (Bali Post, 27 Januari 2002)

Ini tak ada hubungannya dengan hujan yang turun hari ini. Meskipun tak hujan wajahku sudah waktunya untuk tersenyum. Di sudut sana anak-anakku tengah bermain air. Menjaga setiap percikan hujan dalam berbagai penghargaan. Hujan yang mereka tunggu akhirnya datang juga. Setelah Upacara Dewi Sri dilakukan kemarin lalu.
Read more...
 

Lagu Jiwa (Bali Post, 3 Februari 2002)

Seperti pantaiku telah kehilangan sebagian dari embusan napasnya. Hingga yang terdengar kini hanya gelak tawa para kaumku. Dan ombak hanya sesekali membawaku pada buaian buih di pengujung pantai. Satu-satu karang bercerita padaku tentang jejak kaki yang tertinggal dan dibawa pergi serpihan sore. Hingga mereka memperdengarkan lagi kesukaanku, tapi mengapa kini terdengar lebih sumbang ?
Read more...
 

Tumbal (Bali Post, 10 Februari 2002)

Ternyata semua baik-baik saja dan dengan skenario yang telah tersedia semuanya telah dipersiapkan. Peran yang ada telah terlatih dalam sebuah penjiwaan. Sebagai calon sebuah karya seni tak tersentuh kultur asing.
Read more...
 

Usai Pementasan (Bali Post, 10 Februari 2002)

Jika gamelan mulai terdengar jangan bayangkan kita di tepi jurang keberhasilan. Kita baru hendak menyemai keinginan kita pada sebuah sawah luas sedangkan musim penghujan belum datang tuk mengairinya. Jadi sedikit air mata sebagai benih penghayatan tak perlu disesali. Mengalirlah sebagai hujan yang diharapkan para penonton. Diurutan paling depan profesor sedang menunggu aksi yang kita banggakan sebagai tumbal dari sebuah surat undangan.
Read more...
 

Peri Mimpi (Bali Post, 24 Februari 2002)

Jangan datang dulu pagi ini. Mimpi kemarin masih memberi buaian yang indah dari setiap potongan imajinasi yang terkuras untuk menghabiskan menu sarapan kemarin berupa perjalanan. Dengan daun panjang, berhiaskan warna warni mutiara biarkan menyapu langit gelap dari kelabu dan mengizinkan bintang tergelak mendengar cerita keluaran mulutku.
Read more...
 
More Articles...
Page 5 of 6

Member

Connect

Twitter

Latest Comments


Sample image
Dari sebuah proses pembelajaran
Kaki langit adalah sebuah catatan perjalanan panjang dari satu masa ke masa lainnya, sebuah perjalanan hidup tanpa henti yang tidak akan tergantikan oleh kenangan apapun... read more
JA slide show

About Us

I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi lahir di Sibetan Karang Asem Bali, sejak SMA sudah gemar menulis. Puluhan puisinya dimuat diharian Balipost. Ingin kenal lebih dekat? Lihat profile lengkapnya... read more

Puisi Indonesia !

puisi.org
Dengan slogan: "Saat Puisi Mengangkat Makna" website ini merupakan salah satu kumpulan Puisi terlengkap saat ini
puisi-indonesia
Situs penggemar dan pemerhati puisi dan sastra Indonesia. Disini terdapat kumpulan puisi terbaik dari Taufik Ismail
penyair.com
penyair.com adalah situs atau media untuk mengekspresikan diri anda sebagai peminat syair atau pecinta syair dan puisi dimana anda dapat berkarya semau-mau anda, dengan menuliskan puisi anda melalui menu kirim puisi, karena karya anda akan di baca oleh seluruh dunia !!