Pengembaraan kita mengejar sederet bait-bait puisi lalu mencoba untuk meneriakkan tiap judul puisinya. Jika ada puisi yang tertinggal di masa kemarin sudahlah. Tak usah kau ingat ingat sejumlah kata tersebut. Kau bukanlah sang pembaca puisi. Yang wajib menghayati setiap aksara pujaan dengan rima pemikatnya.
Aku tahu dunia tak terputus dari setiap huruf. Kita yang akan merangkai tiap kata. Dan dunia akan lantang membicarakan makna yang kita selipkan diparuh jeda.
Tak ada kata yang tak bermakna. Bila suatu zaman tak ada kata lagi yang bermakna lagi maka berikan makna yang sesungguhnya dalam rangkaian kata yang kau ucapkan. Tentunya angin akan berhenti bertiup dan dan mengikuti bayangan dari aroma tubuhmu.
Dan aku menatap engkau sedang memberikan hatimu pada kehidupan kita sebagai seorang perangkai kata. Banyak kata yang belum sempat terangkai. Dan mereka selalu menunggu uluran tangan darimu.
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26







trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...