Membuat teka-teki kerudung biru. Lalu pudar pada masanya. Angin berbentuk penantian. Menhantarkan perguliran detik ke detik yang lain. Jeda tak menjadi sisa sebuah halaman kosong tanpa benih terpilih. Taman yang kuciptakan kelak berbunga kesetiaan yang indah.
Keindahan kukenal sebagai hal tak terbatas. Mengisi jiwa-jiwa dahaga akan kemauan.
Bersama angin membuat pikiranku tak sesempit pintu kamar, menjelajah ruang kosong. Dan memberi sedikit sentuhan pada pinggir pantai sebagai batas ketidaksadaran buih akan permainan para angin. Tertumbu karang tentu akan berpeluk menghadap bumi tanpa mau tahu spesies apa barunya.
Lembar buram tak lagi bicara tentang kisah penggoresan pena pertama. Kelak kubiarkan bisunya memenuhi halaman kertas. Hingga nafas baru mengusik dunia jauh didasar sana membuat angin sedikit berwarna atas bias sinar yang terpantul dimatanya.
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26







trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...