Aku terinspirasi untuk mengkolaborasikan suasana setiap wacana dengan sejumlah bingkai lapuk yang tersusun rapuh pada selipan langit.
Tetap saja menjadi perayu kata. Pekerjaan semu. Panjangkah orasi yang terbiasa lahir dari pemikiran cemerlang, warisan darah ibu yang telah mendampingi Tuhan sekian hari.
Setidaknya wacana itu dapat sedikit menghiburku meski kata mementahkan rayuan untuk bermain dihamparan air laut. Kita bisa saja mendaulat sore sebagai saksi. Lagipula flamboyant telah menawarkan diri. Namun kata tak cukup bersedia untuk menjadi dewasa bersama perayu kata. Tentunya ia akan menemukan serpihan hati yang akan melengkapi tuturnya, untuk jadi sebuah tulisan yang bermakna.
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26







trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...