Ijinkan aku untuk tertawa.
Berteriaklah riak ! Tertawalah buih ! Berontaklah ombak ! kekuatan sebuah sunyi menjadi keampuhan untuk menampung pilihan-pilihan hidup yang tak sepenuhnya biasa. Biarkan aku berbisik pada setiap iman yang kudapatin tanpa harus terusik oleh hidup yang dipilihkan kehidupan. Aku tak mmbiasakan diri menerima pilihan. Jadi aku buat pilihan yang tak bisa untuk kau pilih. Maka Berteriaklah riak ! Tertawalah buih ! Berontaklah ombak !
Telapak kakiku memang mencetak jejak di sepanjang batas pertemuan terbit pada pudarnya biru. Seiring pula gerakan meliuk penampang pori-pori kulitku. Namun aku lebih menyukai lukisan nelayan pagi sebagai pemungut serpihan nafas dengan aura warna dari kata terpilih.
Setujulah denganku. Kehidupan yang penuh pilihan ini tak perlu dipenuhi kemungkinan dari pilihan yang lain. Sebab tak selama itu pilihan bersedia menuangkan diri. Aku menyukai kemurnian dari semilir angin yang tak pernah menuntut menjadi sebuah pilihan.
| Comments |
|
Powered by !JoomlaComment 3.26







trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...