Home Kaki Langit Rancang Terpilih

Rancang Terpilih

Print PDF
Pandangku sedikit perih bila bola mata gigih mengekor hamparan bingkai – bingkai kaca. Tak ada sisa wujud bayangan dari palm ungu saat daun-daun jambu batu merebah dikelopak sunyiku. Jujur saja musim gugur menggabungkan diri kekemarau sebagai sinyal perburuan kolaborasi tanpa henti.

Ijinkan aku untuk tertawa.

Berteriaklah riak ! Tertawalah buih ! Berontaklah ombak ! kekuatan sebuah sunyi menjadi keampuhan untuk menampung pilihan-pilihan hidup yang tak sepenuhnya biasa. Biarkan aku berbisik pada setiap iman yang kudapatin tanpa harus terusik oleh hidup yang dipilihkan kehidupan. Aku tak mmbiasakan diri menerima pilihan. Jadi aku buat pilihan yang tak bisa untuk kau pilih. Maka Berteriaklah riak ! Tertawalah buih ! Berontaklah ombak !

Telapak kakiku memang mencetak jejak di sepanjang batas pertemuan terbit pada pudarnya biru. Seiring pula gerakan meliuk penampang pori-pori kulitku. Namun aku lebih menyukai lukisan nelayan pagi sebagai pemungut serpihan nafas dengan aura warna dari kata terpilih.

Setujulah denganku. Kehidupan yang penuh pilihan ini tak perlu dipenuhi kemungkinan dari pilihan yang lain. Sebab tak selama itu pilihan bersedia menuangkan diri. Aku menyukai kemurnian dari semilir angin yang tak pernah menuntut menjadi sebuah pilihan.
Comments
Add New Search
Write comment
Name:
Email:
 
Website:
Title:
UBBCode:
[b] [i] [u] [url] [quote] [code] [img] 
 

3.26 Copyright (C) 2008 Compojoom.com / Copyright (C) 2007 Alain Georgette / Copyright (C) 2006 Frantisek Hliva. All rights reserved."

 

Member

Connect

Twitter

Latest Comments