Dengan apa harus kuucapkan tentang asa dihati. Telah kupelajari permainan musim hingga keujung bayangan bumi. Segenap kesempurnaan yang dituturkan belum juga kutemukan. Cerita klasik generasi kegenerasi mungkin hanya sebuah patahan dongeng.
Namun tak kutemukan bagian halaman yang hilang, hingga kuyakin kebenaran dongeng yang kudengar.
kabarnya Hawa merengek – rengek untuk menikahi malam hingga akhirnya diperkosa Adam. Sanggupkah hidup mereka. Atau hanya sentuhan hikayat seorang kawi lampau.
Aku percaya kesetiaan Sinta sebagai persembahan paling sederhana untuk Rama. Namun kebersamaan kepada Ibu Pertiwi menyeret sejumlah sumpah nestapa dari seorang Sinta. Bilakah percintaan sejati selalu berakhir tragis ? Bernaung tangis dan payung perselisihan.
Kemana harus aku cari pelengkapku. Selayak Arak – Brem suguhan kala. Bukan untuk mengisi sejumlah kisah. Namun untuk merasakan indahnya rasa sebuah musim. Dan menjawab jika datang musim itu memang menggila.








trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...