|
Dari sebuah perjalanan proses pembelajaran, tiba-tiba terasa jika kita telah melangkahkan kaki tanpa diikuti oleh kata hati. Dan kaki ini sepertinya dilangkahkan oleh Tuhan. Entah akan harus merasa protes atau justru harus merasa bersyukur. Kaki Langit adalah sebuah catatan perjalanan panjang dari satu masa yang tidak akan tergantikan oleh kenangan apapun.
|
Pertemuan (Kuta, 21 Maret 2002)
Thursday, 29 April 2010 00:00
I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi
Puisi Bali
Pertemuan kita kuberi nama kekasih. Yang membuat aku pergi menggenggam semangkuk senyum dan tawa sebagai salah satu pelengkap rasa kedamaian. Meski tengah mengaduk – aduk ladang gersang demi kehidupan. Namun panasnya tak menyengat untuk mampu menghitung tiap takaran sinar dari matahari.
Read more...
|
Bermain Tanya
Thursday, 29 April 2010 00:00
I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi
Puisi Bali
Jangan tanyakan untuk apa aku datang kepantai kemarin ! Tak pelu ada pengakuan nyata dengan alasan klise penyenang tiupan angin. Hingga bermain – main dengan angin saja bukan lagi jadi hal yang sederhana. Telah lama kubiarkan angin mempermainkan setiap langkah perjalananku. Dan biarlah aku kuat dalam melepaskan diri dari permainan angin.
Read more...
Cermin Retak (18 Maret 2002)
Thursday, 29 April 2010 00:00
I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi
Puisi Bali
Kayuh hari ini dalam susana hati penuh goresan warna. Atas percakapan awan, ia tak selalu ada dipihakmu. Setidaknya arus kebijaksanan telah menyeret sedikit dermaga untuk sampai dikota seberang.
Read more...
|
Kelahiran Baru (1 Maret 2002)
Thursday, 29 April 2010 00:00
I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi
Puisi Bali
Derap bumi mengalun bersama derit warna langkah pijakan lagu. Tiap nada mengandung pujian semesta nan nestapa. Mengharukan kepingan asa didalam tubuh. Mengharukan.
Read more...
Bujukan Ajal (1 Maret 2002)
Thursday, 29 April 2010 00:00
I Gusti Ayu Putu Erlinayanthi
Puisi Bali
Sebaiknya aku terlelap dengan sedikit kepura – puraan. Jalan lebar yang kulewati selalu memanggil namaku tanpa menyisakan sedikit angan untuk berpijak.
Bercak tawa nampak tak seikhlas siang. Ada yang berkecamuk, seiring pergeseran bayang daun kelapa dari atas pohon. Membanting hitam ditanah kudus hamparan mata telanjangku. Apa yang terjadi.
Read more...
|
|
|
|
|
|
|
Page 1 of 9 |
trims ya, link puisi website kamu sud...
wah,, sungguh mengharukan.. bagus bnget.
kita mempelajari permainan musim demi...
Nice posting. Thanks for the inspiration
tolong kata2 nya kamu pela jari tenta...